Sejengkal Tanah
Hari ini kita menapak bumi Tertawa dan bersenang hati Kita berjalan dengan angkuh Hingga lupa tanah mencarut Kita lupa sembahyang Kita lupa beriman Iman di dada setipis kulit bawang Hilang di bawa angin dunia fana Hari ini kita tertawa Menghirup nafas dengan congkak Lupa di mana kita berlindung Lupa di mana kita kembali Terbayangkah kita? Jika besok kita mati Jika nanti kita mati Jika sebentar lagi kita mati Amalan apa yang akan menjamin kita merengkuh surganya? Harta dan kenikmatan dunia? Tidak, semuanya lenyap. Tinggallah kebenaran Hari ini kita memakai sutra Boleh jadi besok kita memakai kafan Hari ini kita tidur di ruang mewah Boleh jadi besok kita tidur di liang lahat Hari ini kita bergelimang kemewahan Bisa mungkin esok kita bergelimangkan siksa Hari ini kita tersenyum Bisa mungkin esok di kubur kita meraung Hari ini kita berteman sahabat Boleh jadi di kubur kita berteman ulat Hari ini rupa kita mulia Boleh jadi esok di kubur kita hancur bak ...